Kebun Durian Warso Farm Alamatnya. Ada Sini! Warso Farm adalah sebuah perkebunan seluas 8,5 Ha dan merupakan pelopor dalam agrowisata durian di Indonesia.


Kebun Durian Warso Farm Alamatnya
Kebun Durian Warso Farm Alamatnya

Tentu saja Anda tidak diperkenankan memetik buah durian dari pohonnya. Selain berkeliling dan memperoleh pengetahuan tentang durian, Anda dapat memesan dan menyantap hidangan buah durian pada tempat yang telah dipersiapkan, baik dalam bentuk jus durian atau memakannya langsung. Jika ingin membawa pulang durian sebagai oleh-oleh, Anda dapat memintanya pada pengelola di sana.

Kebun Durian Warso Farm Alamatnya

Disini Alamatnya : Jl. K. H. Halimi, Cipelang, Cijeruk, Jawa Barat, Indonesia. Terletak pada GPS: -6.690087777777778, 106.79126777777788.


Kebun Durian Surga Bagi para Pecinta Durian

Objek wisata Warso Farm adalah agro wisata buah durian yang sangat terkenal di kota Bogor. Kebun Durian Warso Farm Alamatnya terletak di Desa Cihedeung Kecamatan Cipelang Kabupaten Bogor. Obyek wisata yang juga dikenal dengan nama perkebunan Durian Warso ini dahulu dirintis oleh seorang pensiunan TNI AD yang bernama Soewarso Pawaka. Dari nama pendirinya inilah perkebunan buah durian ini dinamai dengan Warso Farm.

Mudah bukan untuk menemukan Alamatnya? Dengan mengetahui Kebun Durian Warso Farm Alamatnya tentunya acara travelling semakin mudah dan menyenangkan. Kalau sudah tahu Kebun Durian Warso Farm Alamatnya, silahkan teman teman yang lain di bertahu informasinya.

Kebun Durian Warso Farm Alamatnya Di Bogor
Kebun Durian Warso Farm Alamatnya Di Bogor

O iya… Di lahan perkebunan seluas 8,5 hektar ini terdapat 900 pohon durian yang terdiri atas 19 jenis dan 7 varietas unggul baik luar maupun lokal seperti Monthong, Lay, Petruk, Sunan, Si Mas, Tembaga. Sisa lahan lainnya, ditanami dengan berbagai buah-buahan seperti buah naga, nangka, dan jambu monyet serta terdapat area persawahan.

Di sini juga tersedia tempat bagi para pengunjung yang ingin membeli buah durian dan juga berbagai hasil olahannya seperti es durian dan jus durian yang dapat dinikmati langsung atau dibawa pulang untuk oleh-oleh. Harga durian untuk durian Monthong dihitung per kilo, sedangkan untuk durian lokal dihitung per buah.

Sekilas Tentang Buah Durian

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah “raja dari segala buah” (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, tetapi sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.

Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadang kala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

Nama Lokal Buah Durian

Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatra dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Kota Ambon dan kepulauan Lease biasa disebut sebagai Doriang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.

Manfaat Buah Durian

Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral.

Dodol Durian / Lempok

Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau memfermentasikannya menjadi tempoyak. Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan.

Kue Tradisional & Campuran Makanan

Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya.

Bagian Biji & Daun Enak

Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar, atau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun dan tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena (cyclopropene). Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran.

Durian (Durio zibethinus)

  • Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
  • Energi 615 kJ (147 kcal)
  • Karbohidrat 27.09 g
  • Serat pangan 3.8 g
  • Lemak 5.33 g
  • Protein 1.47 g
  • Air 65g
  • Vitamin C 19.7 mg (33%)
  • Kalium 436 mg (9%)
  • Hanya bagian yang dapat dimakan, mentah atau beku.
  • Brangkasan: 68% (Shell and seeds)
  • Sumber: USDA Nutrient database[12]
  • Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.

Sebagai Obat Tradisional

Beberapa bagian tumbuhan kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan sebagai obat demam. Daunnya, dicampur dengan jeringau (Acorus calamus), digunakan untuk menyembuhkan cantengan (infeksi pada kuku). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan sebagai campuran pewarna tradisional.

Kulit Durian Untuk Pengusir Nyamuk

Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir (repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan.

Kayu Untuk Perabot Rumah Tangga

Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan, tetapi tidak begitu awet dan mudah diserang rayap. Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas, dan bahan konstruksi ringan di bawah atap, asalkan tidak bersentuhan dengan tanah.